Konsultasi Kesehatan
Oleh dr Samsuridjal Djauzi
DUA bulan lalu saya didiagnosis menderita diabetes melitus. Waktu itu sepulang perjalanan dari Jawa Tengah saya merasa bahwa saya harus berkemih jauh lebih sering dibandingkan sebelumnya. Semula saya menduga sering berkemih ini diakibatkan oleh minum banyak. Namun, kemudian saya menjadi curiga karena saya harus bangun malam hari, 3 sampai 4 kali. Esoknya saya ke dokter dan ternyata gula darah saya melampaui 400 mg. Ini tinggi sekali dan saya panik melihat angka tersebut, namun dokter spesialis penyakit dalam saya menganjurkan saya untuk tenang. Bahkan, dia mengizinkan saya berobat jalan setelah memberi penjelasan tentang penyakit ini, anjuran diet, dan obat yang harus saya gunakan.
Menurut beliau yang paling penting saya harus mengubah kebiasaan makan dan melaksanakan hidup sehat, di antaranya menjalankan olahraga teratur. Saya dianjurkan memeriksakan mata, jantung, dan ginjal karena diabetes melitus dapat menimbulkan penyulit pada organ-organ tersebut. Saya sekarang merasa lebih tenang karena menurut dokter penderita diabetes melitus dapat hidup normal dan terhindar dari penyulit itu asal mampu mengendalikan gula darah.
Pertanyaan saya, bagaimana cara menghindari terjadinya penyulit pada mata, ginjal, dan jantung tersebut? Apakah semua penderita diabetes melitus harus juga berobat ke dokter spesialis mata, ginjal dan jantung? Mohon informasi tentang penyulit diabetes melitus secara lebih rinci. Terima kasih atas perhatian Dokter.
Sumarno, Jakarta
Penyakit diabetes melitus memang dapat menimbulkan gejala banyak minum, banyak makan, lemas, sering berkemih dan lain lain. Gula darah yang melampaui 400 mg/dl menyokong adanya diabetes melitus.
Dengan berbagai upaya seperti perencanaan makan, olahraga, dan pemakaian obat penurun gula darah maka diharapkan gula darah dapat dikendalikan. Patut diperhatikan bahwa perencanaan makan dan olahraga merupakan upaya penting dalam mengendalikan gula darah. Banyak penderita diabetes melitus yang hanya mengutamakan obat penurun gula darah tanpa mengamalkan pola makan yang dianjurkan dan olahraga. Hasilnya biasanya kurang memuaskan. Nah, mudah-mudahan Anda berhasil mengendalikan gula darah Anda dengan baik.
Gula darah yang terkendali baik dalam jangka pendek akan dapat menghilangkan gejala diabetes melitus sedangkan dalam jangka panjang dapat mencegah penyulit diabetes melitus. Gula darah dikatakan terkendali baik jika pada keadaan puasa kadarnya antara 80 sampai 120 mg/dl dan gula darah dua jam setelah makan adalah 120 sampai 160 mg/ dl. Di samping itu perlu juga diperhatikan berat badan agar menuju berat badan yang ideal serta kadar lipid darah (kolesterol, trigliserid) juga dalam batas normal.
Penyulit kronis diabetes melitus dapat digolongkan pada penyulit mikrovaskular (ginjal, retina mata), makrovaskular (jantung koroner, pembuluh darah kaki, pembuluh darah otak ), neuropati ( mikro dan makrovaskular) serta kerentanan terhadap infeksi ( mikro dan makrovaskular). Jadi dengan mengendalikan gula darah secara baik dalam waktu lama, banyak penyulit diabetes melitus yang mungkin dapat dicegah. Ini penting diketahui penderita diabetes melitus. Karena itulah biasanya dokter akan menilai apakah diabetes melitus yang sekarang Anda derita telah mempunyai dampak pada berbagai organ tadi. Penyulit kronis bisanya timbul setelah bertahun-tahun menderita diabetes melitus dengan gula yang tak terkendali baik. Gula darah yang tetap tinggi dalam waktu lama dapat menimbulkan gangguan pembuluh darah otak (stroke), pembuluh darah mata (gangguan penglihatan sampai kebutaan), pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner), pembuluh darah ginjal (penyakit ginjal kronis), serta pembuluh darah kaki (luka yang sukar sembuh).
Dalam pemantauan penderita diabetes melitus, dimasukkan pemantauan terhadap organ tubuh tersebut. Pemeriksaan pemantauan terhadap mata berupa pemeriksaan fundus, dianjurkan secara berkala 6 12 bulan sekali. Sedangkan pemeriksaan jantung berupa pemeriksaan elektrokardio-grafi (EKG) atau uji latih jantung setahun sekali atau jika ada keluhan. Pemeriksaan uji berkala ginjal biasanya dilakukan dengan memantau urin dan fungsi ginjal. Jangan dilupakan juga pemeriksaan kaki secara berkala. Perawatan kaki yang baik akan mencegah kemungkinann timbulnya kaki diabetis dan kecacatan yang mungkin timbul. Karena rentan terhadap infeksi, maka penderita diabetes melitus juga lebih sering terkena penyakit TBC. Karena itu dianjurkan untuk pemeriksaan berkala foto dada setiap 1-2 tahun sekali. Pemeriksaan-pemeriksan tersebut mungkin memerlukan bantuan berbagai dokter spesialis, namun hendaknya dilakukan secara terkoordinasi oleh dokter yang biasa mengobati Anda. Dengan demikian dapat dihindari pemberian obat yang tumpang tindih .
Mengenai penyakit diabetes melitus, menurut pakar diabetes melitus Prof Slamet Suyono, di Indonesia terdapat kecenderungan peningkatan diabetes melitus terutama di daerah perkotaan. Di Jakarta, di kelurahan Kayu Putih, kekerapan penyakit ini mencapai 5,6 persen, sedangkan di daerah pedesaan di Jawa Barat 1,1 persen. Mengingat penduduk negeri kita yang melebihi 200 juta jiwa, maka diperkirakan ada sekitar 4 - 5 juta orang yang menderita diabetes melitus. Karena itu diperlukan kepedulian kita semua terhadap penyakit ini. Mudah-mudahan Anda dapat mengendalikan gula darah Anda dengan baik sehingga dapat hidup dengan normal. Selamat Tahun Baru 2003. *
Dikutip dari Kompas Cyber Media
Sabtu, 03 November 2007
Diabetes Mellitus, si Manis yang Pahit
?Dok, saya kok sering bisulan ya. Apa saya kena sakit kencing manis?? tanya Bono saat mengunjungi dokternya. Pertanyaan seperti ini memang cukup sering terdengar di kamar praktek seorang dokter.
Kencing manis memang cukup sering dijadikan bahan pembicaraan, bahkan dalam percakapan sehari-hari. Berbagai gejala sering dihubung-hubungkan dengan penyakit tersebut, mulai dari rasa lemas, cepat lelah sampai gatal-gatal di kulit. Tapi, apa sih sebenarnya penyakit kencing manis itu?
Penyakit kencing manis adalah penyakit yang ditandai oleh kadar gula darah yang tinggi melebihi batas-batas normal. Penyakit ini disebabkan oleh kurangnya kadar insulin dalam darah, atau karena tubuh tidak dapat memakai insulin dengan baik. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh tubuh dan mempunyai fungsi penting dalam metabolisme glukosa.
Sel memerlukan insulin agar gula yang ada di dalam darah dapat masuk ke dalam sel dan dipakai sebagai sumber energi. Bila jumlah insulin kurang, tentu saja gula tidak dapat diserap ke dalam sel dan tetap beredar di dalam darah. Akibatnya kadar gula darah menjadi tinggi. Penderita yang mengalami keadaan ini disebut sebagai penderita DM tipe I.
Ada keadaan lain dimana jumlah insulin sebenarnya cukup, atau berkurang sedikit, tapi sel-sel tubuh tidak dapat memanfaatkannya secara baik. Keadaan ini disebut resistensi insulin. Penderita yang mengalami resistensi insulin dan atau defisiensi insulin relatif disebut sebagai penderita DM tipe II.
Selain kedua tipe tersebut, sesungguhnya masih ada tipe-tipe lain seperti diabetes gestasional (diabetes pada kehamilan). Walaupun berbeda-beda tipe, para penderita ini memiliki kesamaan yaitu kadar gula yang tinggi dalam darah. Dari semua tipe DM yang ada, DM tipe II memiliki jumlah penderita terbanyak.
Gejala Ada beberapa keluhan yang sangat dikenali sejak jaman dahulu kala dan dianggap sebagai keluhan yang khas yaitu banyak kencing (poliuria), banyak minum (polidipsia), banyak makan (polifagia) dan berat badan yang menurun dengan cepat.
Selain keluhan-keluhan di atas, masih banyak keluhan (yang sebenarnya tidak spesifik) yang dihubungkan dengan penyakit kencing manis. Keluhan-keluhan itu misalnya sering bisulan, gatal-gatal pada kulit dan kemaluan, keputihan, cepat lelah, sering mengantuk, kesemutan dan lain-lain. Gejala-gejala ini memang berhubungan dengan penyakit kencing manis yang diderita.
Faktor risiko Ada orang yang memiliki faktor risiko tinggi untuk menderita DM, artinya dia mempunyai berbagai kondisi yang menempatkannya pada kemungkinan yang lebih besar untuk menderita kencing manis.
Faktor-faktor risiko tersebut misalnya:
Usia lebih dari 45 tahun
Riwayat keluarga menderita kencing manis
Kegemukan
Darah tinggi
DM pada kehamilan
Pernah?melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kg
Pernah mengalami kadar gula yang meningkat dan digolongkan dalam Tolerasi Glukosa Terganggu (TGT)
Kadar lemak darah yang buruk
PengobatanPrinsip pengelolaan kencing manis adalah:
Edukasi kepada penderita, keluarga dan masyarakat
Diet (nutrisi) yang sesuai dengan kebutuhan penderita
Olahraga
Obat-obat yang berkhasiat menurunkan kadar gula darah (bila perlu)
Kalau kita lihat pada prinsip-prinsip pengelolaan di atas, dapat kita mengerti bahwa obat sebenarnya bukan menjadi hal yang utama. Perubahan gaya hidup adalah faktor yang sesungguhnya sangat menentukan keberhasilan pengelolaan.
Faktor nutrisi adalah faktor yang tidak bisa ditinggalkan. Pada sebagian besar kasus, pengelolaan nutrisi yang baik mampu untuk menjaga kadar gula darah pasien dalam tingkat yang cukup baik. Pada kasus yang berat pun, nutrisi adalah faktor utama yang perlu diperhitungkan.
Kencing manis memang cukup sering dijadikan bahan pembicaraan, bahkan dalam percakapan sehari-hari. Berbagai gejala sering dihubung-hubungkan dengan penyakit tersebut, mulai dari rasa lemas, cepat lelah sampai gatal-gatal di kulit. Tapi, apa sih sebenarnya penyakit kencing manis itu?
Penyakit kencing manis adalah penyakit yang ditandai oleh kadar gula darah yang tinggi melebihi batas-batas normal. Penyakit ini disebabkan oleh kurangnya kadar insulin dalam darah, atau karena tubuh tidak dapat memakai insulin dengan baik. Insulin adalah hormon yang dihasilkan oleh tubuh dan mempunyai fungsi penting dalam metabolisme glukosa.
Sel memerlukan insulin agar gula yang ada di dalam darah dapat masuk ke dalam sel dan dipakai sebagai sumber energi. Bila jumlah insulin kurang, tentu saja gula tidak dapat diserap ke dalam sel dan tetap beredar di dalam darah. Akibatnya kadar gula darah menjadi tinggi. Penderita yang mengalami keadaan ini disebut sebagai penderita DM tipe I.
Ada keadaan lain dimana jumlah insulin sebenarnya cukup, atau berkurang sedikit, tapi sel-sel tubuh tidak dapat memanfaatkannya secara baik. Keadaan ini disebut resistensi insulin. Penderita yang mengalami resistensi insulin dan atau defisiensi insulin relatif disebut sebagai penderita DM tipe II.
Selain kedua tipe tersebut, sesungguhnya masih ada tipe-tipe lain seperti diabetes gestasional (diabetes pada kehamilan). Walaupun berbeda-beda tipe, para penderita ini memiliki kesamaan yaitu kadar gula yang tinggi dalam darah. Dari semua tipe DM yang ada, DM tipe II memiliki jumlah penderita terbanyak.
Gejala Ada beberapa keluhan yang sangat dikenali sejak jaman dahulu kala dan dianggap sebagai keluhan yang khas yaitu banyak kencing (poliuria), banyak minum (polidipsia), banyak makan (polifagia) dan berat badan yang menurun dengan cepat.
Selain keluhan-keluhan di atas, masih banyak keluhan (yang sebenarnya tidak spesifik) yang dihubungkan dengan penyakit kencing manis. Keluhan-keluhan itu misalnya sering bisulan, gatal-gatal pada kulit dan kemaluan, keputihan, cepat lelah, sering mengantuk, kesemutan dan lain-lain. Gejala-gejala ini memang berhubungan dengan penyakit kencing manis yang diderita.
Faktor risiko Ada orang yang memiliki faktor risiko tinggi untuk menderita DM, artinya dia mempunyai berbagai kondisi yang menempatkannya pada kemungkinan yang lebih besar untuk menderita kencing manis.
Faktor-faktor risiko tersebut misalnya:
Usia lebih dari 45 tahun
Riwayat keluarga menderita kencing manis
Kegemukan
Darah tinggi
DM pada kehamilan
Pernah?melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kg
Pernah mengalami kadar gula yang meningkat dan digolongkan dalam Tolerasi Glukosa Terganggu (TGT)
Kadar lemak darah yang buruk
PengobatanPrinsip pengelolaan kencing manis adalah:
Edukasi kepada penderita, keluarga dan masyarakat
Diet (nutrisi) yang sesuai dengan kebutuhan penderita
Olahraga
Obat-obat yang berkhasiat menurunkan kadar gula darah (bila perlu)
Kalau kita lihat pada prinsip-prinsip pengelolaan di atas, dapat kita mengerti bahwa obat sebenarnya bukan menjadi hal yang utama. Perubahan gaya hidup adalah faktor yang sesungguhnya sangat menentukan keberhasilan pengelolaan.
Faktor nutrisi adalah faktor yang tidak bisa ditinggalkan. Pada sebagian besar kasus, pengelolaan nutrisi yang baik mampu untuk menjaga kadar gula darah pasien dalam tingkat yang cukup baik. Pada kasus yang berat pun, nutrisi adalah faktor utama yang perlu diperhitungkan.
KomplikasiPenderita DM dapat mengalami berbagai komplikasi khususnya bagi mereka yang kadar gula darahnya tidak terkontrol. Komplikasi ?komplikasi tersebut misalnya:
Kebutaan
Gangguan saraf (neuropati)
Gagal ginjal
Komplikasi kehamilan
Gangren
Penyakit jantung koroner
Stroke
Ketoasidosis diabetik
Hiperosmolar Non-Ketotik
Kebutaan
Gangguan saraf (neuropati)
Gagal ginjal
Komplikasi kehamilan
Gangren
Penyakit jantung koroner
Stroke
Ketoasidosis diabetik
Hiperosmolar Non-Ketotik
Dikutip dari info-sehat.com
Diabetes, The Sillent Killer
Banyak orang yang masih mengganggap penyakit diabetes merupakan penyakit orang tua atau penyakit yang hanya timbul karena faktor keturunan. Padahal, setiap orang dapat mengidap diabetes, baik tua maupun muda, termasuk Anda. Namun, yang perlu anda pahami adalah anda tidak sendiri.
Menurut data WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita Diabetes Mellitus di dunia. Pada tahun 2000 yang lalu saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes.
Namun, pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang, dimana baru 50 persen yang sadar mengidapnya dan di antara mereka baru sekitar 30 persen yang datang berobat teratur.
Sangat disayangkan bahwa banyak penderita diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit yang lebih sering disebut penyakit gula atau kencing manis. Hal ini mungkin disebabkan minimnya informasi di masyarakat tentang diabetes terutama gejala-gejalanya.
Sebagian besar kasus diabetes adalah diabetes tipe 2 yang disebabkan faktor keturunan. Tetapi faktor keturunan saja tidak cukup untuk menyebabkan seseorang terkena diabetes karena risikonya hanya sebesar 5%. Ternyata diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas alias kegemukan akibat gaya hidup yang dijalaninya.
Berikut ini hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang diabetes untuk meningkatkan kesadaran akan diabetes :
Apa sih Diabetes Mellitus?
Ketahui Penyebab & Tipe Diabetes Mellitus
Sulitnya Membaca Gejala Diabetes
Mendiagnosis Diabetes Mellitus
Komplikasi Diabetes Bisa Mematikan
Terapi Untuk Diabetes Mellitus
Mencegah Bahaya Komplikasi
Hindari Diabetes dengan Ubah Gaya Hidup
Setelah mengetahui semua hal yang tentang diabetes, jangan lewatkan:
z
Expert Review oleh ahli penyakit dalam spesialis endokrin metabolik diabetes yaitu Prof. DR. Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD, FACE yang juga Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA).
z
Pentingnya Pemantauan Pengujian gula darah bagi diabetesi
z
Bagi Anda Diabetesi , PASTIKAN Monitor selalu..!! Si Manis dalam Darah Anda
Dikutip dari www.mediacastore.com
Menurut data WHO, Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita Diabetes Mellitus di dunia. Pada tahun 2000 yang lalu saja, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap diabetes.
Namun, pada tahun 2006 diperkirakan jumlah penderita diabetes di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang, dimana baru 50 persen yang sadar mengidapnya dan di antara mereka baru sekitar 30 persen yang datang berobat teratur.
Sangat disayangkan bahwa banyak penderita diabetes yang tidak menyadari dirinya mengidap penyakit yang lebih sering disebut penyakit gula atau kencing manis. Hal ini mungkin disebabkan minimnya informasi di masyarakat tentang diabetes terutama gejala-gejalanya.
Sebagian besar kasus diabetes adalah diabetes tipe 2 yang disebabkan faktor keturunan. Tetapi faktor keturunan saja tidak cukup untuk menyebabkan seseorang terkena diabetes karena risikonya hanya sebesar 5%. Ternyata diabetes tipe 2 lebih sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas alias kegemukan akibat gaya hidup yang dijalaninya.
Berikut ini hal-hal yang perlu Anda ketahui tentang diabetes untuk meningkatkan kesadaran akan diabetes :
Apa sih Diabetes Mellitus?
Ketahui Penyebab & Tipe Diabetes Mellitus
Sulitnya Membaca Gejala Diabetes
Mendiagnosis Diabetes Mellitus
Komplikasi Diabetes Bisa Mematikan
Terapi Untuk Diabetes Mellitus
Mencegah Bahaya Komplikasi
Hindari Diabetes dengan Ubah Gaya Hidup
Setelah mengetahui semua hal yang tentang diabetes, jangan lewatkan:
z
Expert Review oleh ahli penyakit dalam spesialis endokrin metabolik diabetes yaitu Prof. DR. Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD-KEMD, FACE yang juga Ketua Persatuan Diabetes Indonesia (PERSADIA).
z
Pentingnya Pemantauan Pengujian gula darah bagi diabetesi
z
Bagi Anda Diabetesi , PASTIKAN Monitor selalu..!! Si Manis dalam Darah Anda
Dikutip dari www.mediacastore.com
Selintas Diabetes Melitus
Expert Review Mengenai Diabetes
Umumnya, penderita diabetes mengetahui dirinya mengidap diabetes setelah terjadi komplikasi. Hal ini diungkapkan oleh Prof.DR.Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD,KEMD,FACE di kantornya di Bagian Metabolik dan Endokrin, FKUI/RSCM.
Diabetes itu seperti rayap, bekerja diam-diam merusak organ di dalam tubuh. Diabetes sering disebut sebagai “The Silent Killer”. “Namun, sebenarnya komplikasinya yang mematikan, bukan diabetesnya,” jelas Prof. Sidartawan.
Gejala diabetes pun tidak menakutkan, seperti banyak makan (polifagi), banyak minum (polidipsi), dan kencing lancar (poliuri). Menurut Prof. Sidartawan, dengan gejala seperti itu orang tidak pergi ke dokter. Sebaliknya jika tidak mau makan dan susah kencing, baru orang pergi ke dokter.
Diabetes mellitus bukan satu penyakit tetapi beberapa penyakit yang memiliki gejala kadar gulanya naik. Bisa disebabkan karena pankreasnya rusak (tipe 1), sekresi insulin menjadi berkurang (tipe 2), obat-obatan yang mengakibatkan pankreasnya rusak dan diabetes yang terjadi pada wanita hamil (gestational).
Gaya hidup yang bersalah
Mereka yang memiliki risiko tinggi terkena diabetes adalah yang memiliki riwayat keluarga mengidap diabetes, memasuki usia di atas 40 tahun, kegemukan, tekanan darah tinggi, selain tentu saja pola makan yang salah.
Jumlah penderita diabetes di daerah perkotaan di Indonesia pada tahun 2003 adalah 8,2 juta orang, sedangkan di daerah pedesaan 5,5 juta orang. Diperkirakan, 1 dari 8 orang di Jakarta mengidap diabetes. Tingginya jumlah penderita di daerah perkotaan, antara lain disebabkan karena perubahan gaya hidup masyarakatnya.
Diabetes tidak dapat disembuhkan
Karena diabetes tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, sudah saatnya kita melakukan tindakan pencegahan, antara lain tidak makan berlebihan, menjaga berat badan, dan rutin melakukan aktivitas fisik.
Olahraga juga dapat secara efektif mengontrol diabetes, antara lain dengan melakukan senam khusus diabetes, berjalan kaki, bersepeda, dan berenang. Diet dipadu dengan olahraga merupakan cara efektif mengurangi berat badan, menurunkan kadar gula darah, dan mengurangi stres.
Latihan yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan risiko terkena serangan jantung, serta memacu pengaktifan produksi insulin dan membuatnya bekerja lebih efisien.
Komplikasi diabetes justru mematikan
Ancaman diabetes melitus terus membayangi kehidupan masyarakat. Sekitar 12–20% penduduk dunia diperkirakan mengidap penyakit ini dan setiap 10 detik di dunia orang meninggal akibat komplikasi yang ditimbulkan.
Komplikasi diabetes terjadi pada semua organ dalam tubuh yang dialiri pembuluh darah kecil dan besar dengan penyebab kematian 50% akibat penyakit jantung koroner dan 30% akibat gagal ginjal. Selain kematian, DM juga menyebabkan kecacatan.
Sebanyak 30% penderita DM mengalami kebutaan akibat komplikasi retinopati dan 10% harus menjalani amputasi tungkai kaki. Bahkan DM membunuh lebih banyak dibandingkan dengan HIV/AIDS.
Untuk penderita diabetes, komplikasi bisa dicegah dengan mengendalikan gula darah. Dokter tidak langsung meresepkan obat melainkan meminta pasien agar merubah lifestylenya. “Ubah life style dengan lebih aktif melakukan kegiatan jasmani dan mengatur makanan,” kata Prof. Sidaratawan.
Terapi untuk diabetisi
Bila ternyata mengubah gaya hidup tidak berhasil baru kemudian diberikan obat. Pemberian obat ini tergantung tipe, komplikasinya (penyakit ginjal, jantung, dll) dan berapa lama mengidap diabetes.
Obat untuk diabetes disebut obat hipoglikemik oral (OHO) terbagi menjadi 2 kelompok yaitu obat yang memperbaiki kerja insulin (seperti metformin, glitazone, dan akarbose) dan obat yang meningkatkan produksi insulin (seperti sulfonil, repaglinid dan natelinid dan insulin yang disuntikkan).
Kelompok pertama bekerja pada temapat dimana terdapat insulin yang mengatur gula darah seperti di hati, usus, otot dan jaringan lemak. Kelompok kedua meningkatkan pelepasan insulin ke sirkulasi, sedangkan insulin yang disuntikkan menambah kadar insulin di sirkulasi darah.
Ketidakpatuhan mengkonsumsi obat merupakan penyebab utama kegagalan terapi sehingga penderita diabetes perlu diedukasi. Sebaiknya penderita diabetes melakukan konsultasi secara berkala dengan dokter. Selain itu dituntut sikap disiplin dan kepatuhan dalam mengonsumsi obat maupun suntik insulin agar tidak terjadi komplikasi penyakit.
Cegah & Deteksi Diabetes
Di Indonesia, sekitar 95% kasus adalah diabetes tipe 2. Pada diabetes tipe 2 ini, penyebabnya tidak hanya faktor keturunan tapi juga gaya hidup misalnya kegemukan yang terjadi akibat gaya hidup makan kaya lemak dan tidak berolahraga.
Faktor keturunan tidak bisa dicegah tapi gaya hidup bisa diubah. “Jangan sampai gemuk, jangan banyak makan makanan berlemak dan manis serta banyaklah bergerak,” saran Prof Sidartawan.
Risiko diabetes setiap tahunnya meningkat 30 persen, sehingga Prof. Sidartawan menyarankan agar melakukan pemeriksaan gula darah setahun sekali jika kita termasuk dalam satu atau dua dari faktor risiko diabetes. (www.mediacastore.com)
Umumnya, penderita diabetes mengetahui dirinya mengidap diabetes setelah terjadi komplikasi. Hal ini diungkapkan oleh Prof.DR.Dr. Sidartawan Soegondo, SpPD,KEMD,FACE di kantornya di Bagian Metabolik dan Endokrin, FKUI/RSCM.
Diabetes itu seperti rayap, bekerja diam-diam merusak organ di dalam tubuh. Diabetes sering disebut sebagai “The Silent Killer”. “Namun, sebenarnya komplikasinya yang mematikan, bukan diabetesnya,” jelas Prof. Sidartawan.
Gejala diabetes pun tidak menakutkan, seperti banyak makan (polifagi), banyak minum (polidipsi), dan kencing lancar (poliuri). Menurut Prof. Sidartawan, dengan gejala seperti itu orang tidak pergi ke dokter. Sebaliknya jika tidak mau makan dan susah kencing, baru orang pergi ke dokter.
Diabetes mellitus bukan satu penyakit tetapi beberapa penyakit yang memiliki gejala kadar gulanya naik. Bisa disebabkan karena pankreasnya rusak (tipe 1), sekresi insulin menjadi berkurang (tipe 2), obat-obatan yang mengakibatkan pankreasnya rusak dan diabetes yang terjadi pada wanita hamil (gestational).
Gaya hidup yang bersalah
Mereka yang memiliki risiko tinggi terkena diabetes adalah yang memiliki riwayat keluarga mengidap diabetes, memasuki usia di atas 40 tahun, kegemukan, tekanan darah tinggi, selain tentu saja pola makan yang salah.
Jumlah penderita diabetes di daerah perkotaan di Indonesia pada tahun 2003 adalah 8,2 juta orang, sedangkan di daerah pedesaan 5,5 juta orang. Diperkirakan, 1 dari 8 orang di Jakarta mengidap diabetes. Tingginya jumlah penderita di daerah perkotaan, antara lain disebabkan karena perubahan gaya hidup masyarakatnya.
Diabetes tidak dapat disembuhkan
Karena diabetes tidak dapat disembuhkan sepenuhnya, sudah saatnya kita melakukan tindakan pencegahan, antara lain tidak makan berlebihan, menjaga berat badan, dan rutin melakukan aktivitas fisik.
Olahraga juga dapat secara efektif mengontrol diabetes, antara lain dengan melakukan senam khusus diabetes, berjalan kaki, bersepeda, dan berenang. Diet dipadu dengan olahraga merupakan cara efektif mengurangi berat badan, menurunkan kadar gula darah, dan mengurangi stres.
Latihan yang dilakukan secara teratur dapat menurunkan tekanan darah, kolesterol, dan risiko terkena serangan jantung, serta memacu pengaktifan produksi insulin dan membuatnya bekerja lebih efisien.
Komplikasi diabetes justru mematikan
Ancaman diabetes melitus terus membayangi kehidupan masyarakat. Sekitar 12–20% penduduk dunia diperkirakan mengidap penyakit ini dan setiap 10 detik di dunia orang meninggal akibat komplikasi yang ditimbulkan.
Komplikasi diabetes terjadi pada semua organ dalam tubuh yang dialiri pembuluh darah kecil dan besar dengan penyebab kematian 50% akibat penyakit jantung koroner dan 30% akibat gagal ginjal. Selain kematian, DM juga menyebabkan kecacatan.
Sebanyak 30% penderita DM mengalami kebutaan akibat komplikasi retinopati dan 10% harus menjalani amputasi tungkai kaki. Bahkan DM membunuh lebih banyak dibandingkan dengan HIV/AIDS.
Untuk penderita diabetes, komplikasi bisa dicegah dengan mengendalikan gula darah. Dokter tidak langsung meresepkan obat melainkan meminta pasien agar merubah lifestylenya. “Ubah life style dengan lebih aktif melakukan kegiatan jasmani dan mengatur makanan,” kata Prof. Sidaratawan.
Terapi untuk diabetisi
Bila ternyata mengubah gaya hidup tidak berhasil baru kemudian diberikan obat. Pemberian obat ini tergantung tipe, komplikasinya (penyakit ginjal, jantung, dll) dan berapa lama mengidap diabetes.
Obat untuk diabetes disebut obat hipoglikemik oral (OHO) terbagi menjadi 2 kelompok yaitu obat yang memperbaiki kerja insulin (seperti metformin, glitazone, dan akarbose) dan obat yang meningkatkan produksi insulin (seperti sulfonil, repaglinid dan natelinid dan insulin yang disuntikkan).
Kelompok pertama bekerja pada temapat dimana terdapat insulin yang mengatur gula darah seperti di hati, usus, otot dan jaringan lemak. Kelompok kedua meningkatkan pelepasan insulin ke sirkulasi, sedangkan insulin yang disuntikkan menambah kadar insulin di sirkulasi darah.
Ketidakpatuhan mengkonsumsi obat merupakan penyebab utama kegagalan terapi sehingga penderita diabetes perlu diedukasi. Sebaiknya penderita diabetes melakukan konsultasi secara berkala dengan dokter. Selain itu dituntut sikap disiplin dan kepatuhan dalam mengonsumsi obat maupun suntik insulin agar tidak terjadi komplikasi penyakit.
Cegah & Deteksi Diabetes
Di Indonesia, sekitar 95% kasus adalah diabetes tipe 2. Pada diabetes tipe 2 ini, penyebabnya tidak hanya faktor keturunan tapi juga gaya hidup misalnya kegemukan yang terjadi akibat gaya hidup makan kaya lemak dan tidak berolahraga.
Faktor keturunan tidak bisa dicegah tapi gaya hidup bisa diubah. “Jangan sampai gemuk, jangan banyak makan makanan berlemak dan manis serta banyaklah bergerak,” saran Prof Sidartawan.
Risiko diabetes setiap tahunnya meningkat 30 persen, sehingga Prof. Sidartawan menyarankan agar melakukan pemeriksaan gula darah setahun sekali jika kita termasuk dalam satu atau dua dari faktor risiko diabetes. (www.mediacastore.com)
Keluarga Besar
Undangan Terbuka
Dear all,
Barangkali ada yang berminat mengikuti acara Seminar Kesehatan “Diabetes Mellitus”, mohon kiranya menghubungi untuk pemesanan tempat dan tiket via JAPRI
ke E-mail : irmaimelda@yahoo.com
Terimakasih,
Irma
08121059078
http://madu-highdesert.blogspot.com
Dharma Wanita Persatuan
Sub Unit Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan
Departemen Kehutanan
Bekerja sama dengan Event Organizer Lavender
Akan mengadakan Seminar Kesehatan dengan Tema :
Pencegahan Dini Penyakit DiabetesMellitus
dan Komplikasinya
Yang akan diadakan pada :
Hari/Tgl : Selasa, 6 November 2007
Waktu : 08.30 WIB s/14.00 WIB
Tempat : Ged. Manggala Wanabakti Ruang. Auditorium
Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta 10270
Dengan Pembicara :
· dr. Mulyani Lukito
Materi : Pencegahan Dini Penyakit Diabetes Mellitus dan penyakit komplikasinya
· dr. Patmasari Prawiro
Materi : Penatalaksanaan Gizi pada Pencegahan Diabetes Melitus
· Ir. Adi Poernomo Djojo Suwito
Materi : Peran Produk Perlebahan dalam Menanggulangi Penyakit Degeneratif
Dipandu oleh Moderator sekaligus Presenter : Rahma Alia
MC : Tomie Gautama
Tamu VIP : Ny. MS. Kaban (istri Menteri Kehutanan) beserta jajarannya
Ibu Tuti Bermawi (sponsor Utama PT. Harmoni Dinamik Indonesia)
Bpk. Erwin Winaldi (Senior Account Executive di Bagian Iklan HU Pikiran Rakyat Bandung)
Undangan dapat dipesan * :
1. Irma 08121059078
2. Yopi 0818839492
3. Ibu Yanti 08157925168
Harga Tiket Rp. 75.000,-
(free : materi, snack, lunch box, tes gula darah, konsultasi medis, majalah Harmoni, brosur-brosur dari sponsor)
Disediakan acara :
· Testimonial (Sharing pengalaman penderita Diabetes yang telah sembuh)
· Konsultant Medis (bagi peserta yang ingin bertanya lebih banyak tentang penyakit dan solusi penyembuhan alternative produk dari sponsor)
· Door prise dan lucky drow pada saat acara berlangsung
· Bazaar multiproduk dan makanan
Sponsor Utama :
PT. Harmoni Dinamik Indonesia - High Desert
Harian Umum Pikiran Rakyat – Jawa Barat
Sponsor Pendukung :
PT. Daria Varia
PT. Enseval
PT. Bristol Myers Squibb Indonesia
PT. Roche Indonesia
PT. Anugrah Tiara Mustika
Catatan :
* ) bisa juga di ambil dan dibayar pada saat Registrasi
Undangan harap dibawa untuk penukaran lucky drow dan lunch box
Barangkali ada yang berminat mengikuti acara Seminar Kesehatan “Diabetes Mellitus”, mohon kiranya menghubungi untuk pemesanan tempat dan tiket via JAPRI
ke E-mail : irmaimelda@yahoo.com
Terimakasih,
Irma
08121059078
http://madu-highdesert.blogspot.com
Dharma Wanita Persatuan
Sub Unit Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan
Departemen Kehutanan
Bekerja sama dengan Event Organizer Lavender
Akan mengadakan Seminar Kesehatan dengan Tema :
Pencegahan Dini Penyakit DiabetesMellitus
dan Komplikasinya
Yang akan diadakan pada :
Hari/Tgl : Selasa, 6 November 2007
Waktu : 08.30 WIB s/14.00 WIB
Tempat : Ged. Manggala Wanabakti Ruang. Auditorium
Jl. Jend. Gatot Subroto Jakarta 10270
Dengan Pembicara :
· dr. Mulyani Lukito
Materi : Pencegahan Dini Penyakit Diabetes Mellitus dan penyakit komplikasinya
· dr. Patmasari Prawiro
Materi : Penatalaksanaan Gizi pada Pencegahan Diabetes Melitus
· Ir. Adi Poernomo Djojo Suwito
Materi : Peran Produk Perlebahan dalam Menanggulangi Penyakit Degeneratif
Dipandu oleh Moderator sekaligus Presenter : Rahma Alia
MC : Tomie Gautama
Tamu VIP : Ny. MS. Kaban (istri Menteri Kehutanan) beserta jajarannya
Ibu Tuti Bermawi (sponsor Utama PT. Harmoni Dinamik Indonesia)
Bpk. Erwin Winaldi (Senior Account Executive di Bagian Iklan HU Pikiran Rakyat Bandung)
Undangan dapat dipesan * :
1. Irma 08121059078
2. Yopi 0818839492
3. Ibu Yanti 08157925168
Harga Tiket Rp. 75.000,-
(free : materi, snack, lunch box, tes gula darah, konsultasi medis, majalah Harmoni, brosur-brosur dari sponsor)
Disediakan acara :
· Testimonial (Sharing pengalaman penderita Diabetes yang telah sembuh)
· Konsultant Medis (bagi peserta yang ingin bertanya lebih banyak tentang penyakit dan solusi penyembuhan alternative produk dari sponsor)
· Door prise dan lucky drow pada saat acara berlangsung
· Bazaar multiproduk dan makanan
Sponsor Utama :
PT. Harmoni Dinamik Indonesia - High Desert
Harian Umum Pikiran Rakyat – Jawa Barat
Sponsor Pendukung :
PT. Daria Varia
PT. Enseval
PT. Bristol Myers Squibb Indonesia
PT. Roche Indonesia
PT. Anugrah Tiara Mustika
Catatan :
* ) bisa juga di ambil dan dibayar pada saat Registrasi
Undangan harap dibawa untuk penukaran lucky drow dan lunch box
Kenangan Lama
Langganan:
Postingan (Atom)
